Sunday, 21 April 2013

Lalat ullidiid (Euxesta bilimeki) punya perilaku unik. Lalat spesies tersebut punya kebiasaan makan sperma!

Perilaku tersebut mungkin dianggap menjijikkan. Bahkan, mungkin ada beberapa yang menganggapnya porno. Namun, perilaku tersebut benar-benar nyata. Ilmuwan baru-baru ini mengungkap perilaku itu terkait dengan penolakan betina terhadap pejantan.

Seperti manusia, hewan juga punya "jodoh" pilihan. Manusia laki-laki sibuk meyakinkan perempuan pujaannya bahwa dia memang calon suami terpilih. Hewan pejantan pun perlu meyakinkan betina bahwa dia memang pantas mengawininya.

Beberapa spesies menunjukkan secara langsung upaya menarik betina dan penolakan atau penerimaan yang dilakukan oleh betina. Namun, beberapa spesies lain tidak.

Pada spesies burung, mamalia, dan serangga, di mana pembuahan berlangsung di dalam tubuh, pemilihan pasangan kimpoi kadang tak tampak. Dalam kasus tertentu, betina terpaksa rela dikimpoii pejantan yang "ngebet". Inilah yang terjadi pada spesies E bilimeki.

Christian Luis Rodriguez-Enriquez dan rekannya dari Institute for Ecology di Vera Cruz, Meksiko, melakukan pengamatan pada 74 pasang E bilimeki. Mereka ingin mengetahui alasan mengapa betina lalat ini memakan sperma.

Hasil penelitian menunjukkan, semua betina yang diteliti mengeluarkan sperma yang "disetor" pejantan. Kemudian, paling tidak mereka memakan sebagian dari sperma yang dikeluarkan.

Dalam observasi yang lebih detail, seperempat betina yang dobservasi mengeluarkan seluruh sperma dari pejantan. Hal ini berarti, semua benih dari pejantan dikeluarkan. Pejantan yang mengawini tak punya kesempatan untuk mendapatkan keturunan.

Peneliti bingung dengan hasil riset ini. Jika banyak betina yang melakukannya, bisa dikatakan bahwa betina hanya buang waktu dan tenaga untuk kimpoi. Membuang kesempatan untuk punya keturunan, apa tujuannya?

Diberitakan National Geographic, Rabu (17/4/2013), analisis ilmuwan mengungkap bahwa tujuan betina mengeluarkan sperma adalah menolak benih dari pejantan yang mengawininya.

Lalat ullidiid tak suka dengan pejantan yang terlalu "ngebet" mengawininya. Mereka tak ingin pejantan yang tak tahu artinya "penolakan halus" sebelum perkimpoian menjadi ayah dari keturunannya.

Menurut peneliti, betina membiarkan pejantan mengawininya karena sudah malas dengan ajakan si pejantan. Sperma yang kaya protein kemudian dimakan setelah dikeluarkan sebagai kompensasi atas tenaga yang sudah dikeluarkan sepanjang proses perkimpoian.

Sebelumnya, peneliti memperkirakan bahwa perilaku makan sperma terkait dengan pertahanan hidup. Namun, anggapan itu tak sepenuhnya benar.

Dalam kondisi sangat kekuarangan makanan, memakan sperma memang dapat membuat lalat spesies ini bertahan hidup. Namun, sperma saja ternyata tak menjamin lalat spesies tersebut berumur lama. Ini menunjukkan bahwa sperma bukan dimakan sebagai makanan utama.

Sumber : National Geographic News

8 GEJALA KANKER

1.Ukuran dan berat testis berubah Apakah testis Anda mendadak terasa berat atau ukurannya berubah? Bisa jadi itu kanker. Kanker testis biasanya menyerang pria berusia 20-39 tahun tapi kalaupun usia Anda lebih dari itu dan Anda masih menemui gejala yang dimaksud, jangan ragu-ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. 2. Berat badan turun secara mendadak
Jika bukan karena mengikuti program diet tapi Anda mengalami penurunan berat badan secara mendadak, katakanlah 10 persen dari berat badan Anda hanya dalam kurun waktu 3-6 bulan, maka kondisi itu patut dikhawatirkan
3. Perubahan kelenjar getah bening
Karena ada lebih dari 500-an kelenjar getah bening di dalam tubuh, mungkin Anda tak perlu mengeceknya satu-persatu. Tapi secara rutin Anda perlu memeriksa apakah kelenjar getah bening di ketiak, leher dan alat kelamin Anda membengkak atau tumbuh melebihi ukuran normal. Jika iya, bisa jadi itu adalah gejala sebuah infeksi ataupun kanker.

4. Demam yang tak diketahui sebabnya
Jika suatu ketika Anda merasa tahu-tahu terserang demam dan demam itu tak kunjung hilang, inilah saatnya mengecek apa yang terjadi pada tubuh Anda. Demam sendiri sebenarnya merupakan salah satu cara tubuh untuk melawan infeksi, apalagi jika demamnya tak dapat diketahui asal-usulnya karena bisa jadi hal ini mengindikasikan kanker.

5. Isi rongga mulut berubah
Buka mulut Anda lebar-lebar dan katakan 'ahh' di depan cermin. Jika Anda melihat noda putih di lidah atau luka di mulut yang tak kunjung sembuh, bisa jadi itu adalah pertanda adanya kanker.

Apalagi jika gejala-gejala itu muncul setelah Anda banyak merokok atau mengunyah tembakau karena Anda berisiko terkena kanker mulut. Untuk itu berbagai perubahan di dalam mulut harus diperiksa oleh dokter gigi atau dokter pribadi Anda.

6. Kelelahan
Sesekali kecapekan adalah hal biasa, tapi jika seseorang terus-menerus mengalami kecapekan dan tak kunjung membaik, bahkan ketika menambah jam istirahatnya atau istirahat total dalam sehari, bisa jadi ini adalah indikasi awal untuk beberapa jenis kanker tertentu seperti kanker pada perut, usus atau kanker darah (leukemia).

Apalagi laporan terbaru dari Cancer Research UK menyatakan bahwa jumlah kasus kanker usus pada pria meningkat hingga 25 persen dalam kurun 35 tahun belakangan, padahal jumlah kasus kanker usus pada wanita hanya naik 6 persen.

7. Gangguan buang air kecil
Setiap pria pasti mengalami gangguan buang air kecil, apalagi jika usianya telah bertambah. Semakin tua usia seorang pria, mereka juga akan mudah kebelet pipis, memiliki aliran urin yang lemah serta kebutuhan untuk buang air kecil lebih banyak, baik di siang dan malam hari.

8.Perubahan pada payudara
Tak banyak pria yang mengidap kanker payudara tapi bukan berarti pria tak berisiko mengalaminya. Bahkan National Cancer Institute, AS memperkirakan pada tahun 2013 akan ada lebih dari 2.200 pria yang mengidap kanker yang umumnya diderita wanita ini.

Meski sejumlah gejala ini seringkali diindikasikan sebagai kondisi non-kanker seperti pembesaran prostat, tak ada salahnya Anda berbicara pada dokter atau meminta screening untuk kanker prostat. Toh pemeriksaannya mudah dan tak makan banyak waktu.

CHARIVARI

Charivari di mulai pada malam pernikahan pasangan pengantin baru, sebuah pertemuan besar diadakan dari teman-teman, anggota keluarga dan tamu pernikahan lainnya akan berkumpul di luar rumah pengantin baru dan melanjutkan untuk membuat kebisingan menjengkelkan dan seheboh serta sebanyak mungkin. Mereka memukul-mukul panci,ketel, drum, penggorengan, kaleng, tong dan sebagainya serta bernyanyi dengan suara yang sumbang seperti lolongan srigala atau apapun cara lainnya yang mereka bisa gunakan untuk mengganggu pasangan penganten baru yang seharusnya menikmati malam pertama dengan romantis dan tenang, sehingga semuanya berjalan indah. Berbagai cara ditempuh 'para pengganggu' malam pertama ini dengan membuat suara yang sebising dan semengganggu mungkin pasangan penganten baru tersebut
Charivari (juga dikenal sebagai Shivaree) mungkin adalah tradisi pernikahan yang paling menyebalkan yang pernah kita tahu. Dalam kamus, kata Charivari mempunyai definisi "nyanyian atau teriakan yang sumbang yang disertai suara pukulan panci, ketel, dan perkakas lain yang dapat mengeluarkan suara keras untuk mengganggu pengantin baru". Tradisi yang aneh ini menjadi popular di abad ke-19 dan aslinya tradisi ini berasal dari Prancis. Namun tradisi ini tidak hanya bisa ditemui di Prancis, melainkan juga ada di Amerika dan Kanada.